6 Good Listening Foreign Indie / Pop / Folk Song – Part 3

Hai hai, ketemu lagi, getol-getolnya nulis 🙂 Sourcenya diambil dari soundcloud, klink link untuk mendengarkan lagunya di youtube ya, enjoy your weekend!

  1. Wild – Hold Us Together (beatnya enak, liriknya juga oke buat karaoke) “Give me the song inside your soul / give me the words to sing along”
  2. Freedom Fry – Shaky Ground (lagunya lucu, apalagi pas bagian reff-nya nanana hey hey!) “When the sun is in my eyes / we will still be dancing / on shaky ground”
  3. Myzica – Believer (ngga nemu di youtube euy, lagunya kalem pisan)
  4. Patrick James – All About to Change (reff-nya enakeun. This song is written based on the idea that everyone at some stage is lost or struggling with something in their lives but find a way to turn that around and move on.)
  5. Fran Pitcher – She Reminds Me Of The 80s (ngga nemu liriknya, hehe)
  6. Charlion – Alibi (agak ngga kerasa kayak indie) “The devils at your door / i’ve seen this before / swallowed by demons / she take the bullet for you”

Liriknya bisa dibrowsing disini, kalau mau gitaran / ukulele / piano bisa nyontek chordnya disini

10 Good Listening Indonesian Indie / Pop / Folk Song – Part 3

Hi, been away for 2 months, nice to meet you again dear readers! :* Nulis itu ngangenin, namun menjadi kemewahan selama 2 bulan ini, 1.5 bulannya karena lagi karantina kerjaan & 0.5 bulannya lagi dipake ngelayap. 😀 Bikin list lagu gini gampang-gampang susah, kalo pas lagi nemu yang cocok, bisa langsung dapet banyak, kalo lagi ngga cocok, suka susah nemu, walau cuma 1 lagu. Untuk Indonesian Indie / Pop / Folk Song, ane dah ada list 10 lagu selain yang akan ditulis di list ini, sabar tunggu tanggal tayangnya yah. 😉

  1. Fana Merah Jambu – Intronya di detik ke-17 oke, “berdansa sore hariku …” *sing
  2. Black Coffee Monologue – Sweet Lullaby – “and I can’t sleep before you kiss me one more time …”
  3. Payung Teduh – Angin Pujaan Hujan – Awalan lagunya enak banget “sang pujaan tak juga datang, rinduku berbuah lara …”
  4. ParaHyena – Penari – “Ooo mengapa penari gemulai tubuhnya …”
  5. Piggy Marmoset – Cerita Tentang Pohon – Kesan tentang lagu ini, tegar. “Dia menemani setiap musim berganti. Dia kekasih hati sang bumi …”
  6. MarcoMarche – Senja dan Mentari – Entah kenapa lagu yang judulnya ada senjanya menurut ane terasa damai, tuh di liriknya juga ada 😄 “Damaiku jika kau ada …”
  7. Cabrini Asteriska – Distance – Suasana lagunya agak sedih “While my heart is screaming, we need to stand strong in the game”
  8. Littelute – Berlibur ke Poznan – Kalo yang ini lirik lagunya ceria 😀 “Ku ingin pergi ke Poznan, berkeliling berbelanja”
  9. Anda – Dalam Suatu Masa – “Denganmu satu hati, denganmu satu mimpi …”
  10. Danilla Riyadi – Ada Di Sana – Ini adem banget lagunya 🙂 “Sudikah kiranya kau mengizinkan diriku tuk sejenak berkunjung ke dalam hatimu …”

Klik link di atas untuk mendengarkan musiknya di youtube ya 🙂 Lagunya kebanyakan nemu di soundcloud. Semoga postingan ini bisa memuaskan dahaga para pecinta Local Indie Music. 🙂 Tunggu tanggal main 10 Good Listening Indonesian Indie / Pop / Folk Song – Part 4 ya! 😉

Cara Berkomunikasi Efektif

Hah? Ngga salah tuh, judulnya? Bukannya ini blog jalan-jalan? Masih kok. Beberapa hari kemarin, kepikiran suatu teori dan rasanya agak mengganjal kalo ngga dituangkan ke dalam tulisan dan dibagikan ke readers. 🙂

Berawal dari 3 Februari 2017, ane diminta sama HR kantor buat ngisi materi psikologi “DISC” untuk fresh graduate. Sebelumnya, Kami sudah ditraining Training For Trainers (TFT) & ane dapet materi 7 habits buat latihan. Berhubung jadwalnya ngga pas, materi ane diswitch. Sebelumnya pas di TFT, ane belum ngeh sama materi “DISC”, niatnya nyiapin materi 2 minggu sebelum penugasan. Apa daya jadwal di divisi padet, belum baca bahan sampe malem sebelumnya. Setelah diskusi sama fasilitator & baca artikel tentang “DISC”, ane nemu materi yang bagus di pinterest. Dari situ, ane baru ngeh manfaat “DISC”. “DISC” merupakan model komunikasi 2 arah, untuk memperbesar open area kita sehingga diketahui publik, dengan cara memperkecil area blind spot (area diri kita yg tdk kita ketahui) dan memperkecil area hidden (area diri kita yg tdk banyak diketahui orang lain). Blind spot diketahui dengan cara banyak bergaul, sehingga kita mendapat feedback dari orang lain. Bisa jadi Kita merasa tidak demikian, namun ketika banyak orang yang mengatakan hal yang sama, berarti itulah blind spot kita. Misalnya, ane membuat presentasi yang isinya cukup detail dan melakukan presentasi dalam tempo standar. Ternyata ane mendapat masukan bahwa presentasi ane berisi data yg terlalu padat & tidak semua orang mengerti isi presentasi karena penjelasannya terlalu cepat. Masukan yang berharga. Hidden area diperbesar dengan cara memberitahukan informasi / motif / pemikiran / kebiasaan kita yg selama ini belum diketahui oleh orang lain. Sejauh apa penyampaian hidden informasi bergantung dg tingkat kenyamanan dan kepercayaan kita kepada orang lain. Dulu, kalo ada yang tanya, mendingan S2 dulu atau kerja dulu, ane belum bisa jawab, karena belum pernah mengalami keduanya. Sekarang, ane bisa memberikan sedikit insight, dua2nya punya kelebihan & kelemahan. Kalo kerja dulu, kelebihannya setelah selesai S2, sudah ada pengalaman saat melamar kerja. Kelemahannya, karir tertinggal 2 tahun dg rekan2 seangkatan. Kalo kuliah dulu, kelebihannya hemat waktu, selesai kuliah bisa fokus ke karir. Kelemahan, belum ada pengalaman saat melamar kerja. Personally, I chose S2 sambil bekerja, jadi ngga rugi waktu. Tujuan “DISC” ini tidak lain adalah untuk dapat melakukan komunikasi scr efektif. Dengan komunikasi yg efektif, diharapkan tim dapat meraih level kepercayaan yang tinggi antar anggota tim, shg target tim tercapai. Semakin besar targetnya, semakin penting peran komunikasi yg efektif dalam tim tersebut. 

Teorinya berkata seperti itu. Ane ngga kepikiran lagi, sampai sebulan kemudian ane mendapat task force kerjaan. Ane dapet penugasan khusus buat tracking progress proyek, katanya sih, ane cocok sama tugas ini, karena galak kalo molor, jadi pd semangat setor evidence 😂 Tim ini merupakan tim kecil yg terpisah dg tim besar, namun dg tujuan akhir simultan, terdapat perbedaan cara komunikasi. 1 perkataan dapat diinterpretasikan berbeda oleh banyak kepala. Membuat ane berpikir, gimana ya cara menyampaikan maksud scr efektif shg org lain mampu menginterpretasikan sesuai dg maksud kita? Ini mudah bagi INTJ. Karena ngga biasa tedeng aling-aling, ngomong maksudnya secara langsung, ngga pake pembuka -penutup – basa basi. Begin with end in mind, menjelaskan tujuan akhirnya (selling idea) dan manfaat yg diperoleh mereka. Yang masih menjadi bahan pemikiran adalah, apakah kita dapat berubah langsung menjadi orang yg bisa berbicara direct? Ane belum tahu jawabannya. Sebelum mencapai tahap itu, sptnya bs dimulai dg mencoba memanage waktu dg lebih efektif. Misal dg fokus tinggi shg dlm 1 hr bisa menyelesaikan 3-5 tugas sedang-berat dr tadinya 3 tugas ringan, mencari akar permasalahan yg muncul serta memunculkan solusi right to the spot, itu dulu, otaknya mampet udah jam setengah 12 malem 😂 laen kali disambung. 

Unforgetable Western Australia Part 2, 15-17 Aug 2016

Day 4, Monday, 15 Aug 2016.Kami bangun jam 7 PM & check out jam 8 PM. Tujuan pertama yaitu Pink Lake, 10 menit dari penginapan. Nyasar pake google map, Kami menggunakan maps.me. So far sampai hari ketiga, destinasi Kami semuanya bagus-bagus, yang agak krik yaitu danau ini. Komennya Partner In Crime, “the-not-so-pink-lake.” Ane ketawa setuju. Denger-denger sih biasanya danaunya akan berwarna pink di musim panas. Sampe ada turis kayak Kami, berhenti bentar disitu, lihat warna danaunya nggak pink, trus langsung pergi, haha. Oke, next destination is Cape Le Grand National Park. Butuh 1.5 jam & Kami tiba disana pukul 10 AM. Suka banget, sepanjang perjalanan kesini, ngga ada mobil selain Kami. Pakai maps.me, Kami mencari parkiran terdekat untuk hiking ke Frenchman Peak. Karena takit ketinggian, agak khawatir juga ngeliat bentuknya Frenchman Peak ini, massive granite terjal. Berkaca dari pengalaman di Adam’s Peak, i can do it if i push it. Jadi ya, just do.  Sebelum naek, ane ngeliat ada taneman bentuknya kayak pup, ada ada aja. Track hikingnya dikasih petunjuk berupa anak panah. Dari sini ngga bisa lihat pemandangan pantai, tapi terlihat jelas kenapa taman nasional ini dinamakan Cape Le Grand, emang luas. Berada di ketinggian menenangkan. Meninggalkan pikiran tidak menyenangkan di belakang. Mataharinya tertutup awan. Partner In Crime menjelajah sampe puncak, ane sampe 3/4nya aja. Trus rebahan di atas, menikmati matahari dan selfie. Butuh sekitar 1 jam untuk naik ke atas, Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam disini. Karena setelah ini hanya tersisa 1 tujuan lagi sebelum Kami kembali ke Perth. Turun ke bawah, Kami berpapasan dengan bapak-bapak yang membawa 2 anaknya, 1 cewek usia 5-7 dan 1 cowok usia 8-12 tahun. Yang bikin takjub, mereka bersemangat sekali, in no time, mereka sudah setengah jalan ke bukit. Ketemu sama kakek neneknya di bawah, Kami ngobrol, dia nanya berapa hari Kami disini, sudah kemana saja dan kapan pulang. Saat bilang, Kami balik Perth besok dan sudah kesini sini, si nenek kaget dan bilang, “oh dear”. Karena emang kami kejar setoran banget, ahaha. Hal yang hanya bisa dilakukan dengan Partner In Crime yang ini. Si nenek cerita, dia habis pulang dari keliling national park di US. Ane menatap dengan mata berbinar, “i wanna do it too.” Trus si nenek bilang, “you should. Better do it while you’re young.” Ane ngga elaborasi lebih lanjut lagi. Partner In Crime tanya dimana bisa lihat kanguru, trus dijawab di Lucky Bay, 10 menit nyetir dari Frenchman Peak. Dibilang lagi, kanguru disana sudah terbiasa dengan kehadiran manusia, jadi Kamu bisa ngelus mereka. Pas itu udah jam 12.30 PM, Kami harusnya sudah OTW dari jam 10 PM tadi ke Hyden buat lihat Wave Rock, karena dari Cape Le Grand ke Hyden perlu waktu 7 jam. Sadar sudah ngga keburu, Kami memutuskan skip Wave Rock & menuju ke destinasi yang lebih dekat, Lucky Bay.

Mendekati destinasi, spontan Kami takjub! Pantainya breath taking banget! Dari kejauhan sudah nampak bibir pantai yang berwarna putih dengan airnya yang berwarna gradasi aqua, turquiose, dan biru. Yang lucu, tekstur pasirnya disini kayak garam, pas diinjak bunyi kres kres. Tengok kiri kanan, kok ngga ada kangurunya. Akhirnya Kami memutuskan untuk strolling bibir pantai yang putih. I can live forever here, thats my impression. Nunggu agak lama, sekitar 1.5 jam, Kami balik arah ke arah Kami datang tadi dan memutuskan kalau sampai jam 2 PM kangurunya belum ada, Kami harus cabut. Karena masih butuh 10 jam nyetir ke York, tempat Kami bermalam hari itu (1 jam dr Perth). Tengok tengok ke ujung satunya, ane menyipitkan mata dan melihat sosok kecoklatan bergerak di kejauhan. Kami samperin dan kegirangan, kangurunya muncul! Ada 4! Kami mendekati kangurunya pelan pelan takut dia kabur. Awalnya, Kami mendekat dari jarak 2m.  Setelah mereka terbiasa mendekati Kami, pelan pelan Kami mendekat, pengen ngelus, ahaha. Tapi pada loncat mencar. Ane ngikutin 1 kanguru dan akhirnya berhasil mendekat! Pelan pelan ane julurin tangan ke punggung kanguru, dan ternyata tangan ane melesak ke dalem, bulunya kanguru ternyata tebal! Ane jadi inget kucing angora.. Seketika ane kena melty heart. Aww, sucha poor creature. Dia harus survive nyari makan, di balik bulunya yang gendut, ternyata aslinya ngga segendut itu. 😦 Mikir begitu, ane jadi pengen bawa 1 kanguru pulang dipelihara di rumah. (Jelas ga boleh XD) Ada sekitar 45 menit, Kami main sama kanguru. Itu pun terpaksa, karena masih harus nyetir 10 jam lagi. Ane ngga musingin bakal nyetir di kegelapan malam, sesuatu hal yang ane hindari, saking lucunya makhluk Tuhan satu ini. Kami jalan ke arah parkiran dari sisi tempat parkir camper van. Anehnya, banyak van yang diparkir disini, tapi ngga ada mobilnya, padahal jelas-jelas ada penghuninya (ditunjukkan dengan ada baju yang dijemur di depan caravan). Trus ane inget, sepanjang perjalanan memang suka lihat mobil 4WD yang narik camper van. Mungkin mereka ngelepas van-nya trus pergi ke kota. Kalo ditanya dimana rumah mereka, ya di van itu selama liburan. Ane lihat kebanyakan pensiunan. Eh ternyata, ada 1 kanguru lagi jemur badan di depan van! Tampangnya jutek banget, haha, dan ternyata dia lagi gendong anaknya! Telinga anaknya kelihatan nongol dari perut ibunya.

Unforgetable Western Australia Part 1, 12-14 Aug 2016

Day 0, Friday, 12 Aug 2016.Lupa ke Denpasarnya naik apa & berangkat jam berapa, yang pasti sampai di Perth Airport Terminal 1 jam 9.35 AM, bandara masih sepi. Partner In Crime udah landing duluan jam 06.00 AM. Bersih-bersih, beli SIM Card Optus AUD 25 dengan paket data 500 MB + paket telepon & SMS untuk 2 minggu. Keluar dari airport jam 11 AM, Kami berencana untuk mengambil mobil sewaan di Bayswater Guildford Road. Agak clingak-clinguk nyari halte busnya, untung Kami udah beli paket data, jadi bisa langsung pake google maps, bisa juga download aplikasi TransPerth, atau masuk ke webnya (klik disini). Jadwal bus Trans Perth masih 15 menit lagi, Kami ngabisin waktu sambil ngamatin time table sama nyari harga busnya. Dari Perth Airport Terminal 1 bisa naik bus 380 / 935  turun di Belmont Forum (last stop) trus ganti bus 999 turun di Garrat Rd After Williamson St (9 stop). Biasanya buat tahu udah sampai mana, ada 4 cara : minta supirnya ngasih tau kalo udah sampe halte yang dimaksud, menghitung jumlah bus stop, pakai google maps (kadang nge-lag), atau kayak Kami, foto stopping pattern-nya, trus lihat stop no destinasi-nya. Nah, untuk tahu harga bus, lihat kolom sebelah kanan stopping pattern, cari dari halte mana Kita mau naik & hendak turun di halte mana, tertulis tujuan Kami 2 Zone (paling jauh). Saat naik ke bus, Kami bilang ke supirnya 2 Zone, nanti dia bilang berapa harganya (AUD 3.5). Kalo orang sana pas naik nge-tap kartu & turunnya ngetap lagi.

Sampai di Garret Rd After Williamson St udah jam 12.30 PM, perut keroncongan. Setelah memastikan lokasi Bayswater car rental (you’ll find it easily, warna kuning khasnya Bayswater easy to spot). Kami clingak clinguk cari tempat makan, tapi ngga nemu. Ngeluarin aplikasi andalan maps.me, nemu menu ayam Red Rooster, jalan kaki 12 menit. Lupa harganya berapa, kalau ngga salah kurang dari AUD 10. Ayamnya bukan digoreng crispy kayak di Indo, tapi dipanggang, trus kayak dikasih bumbu warna abu kehijauan, ngga tau apa & bentuknya ngga meyakinkan, rasanya super duper gurih. Dasar otak bisnis, Partner In Crime langsung bilang, “Tag, buka frenchise model gini di Indo, kayaknya belum ada fastfood yang jual ayam yang dioven”. Kenyang jam 13.30, Kami jalan lagi ke Bayswater buat ambil mobil. Pengurusan administrasi sekitar 20 menit, ngga terlalu rame waktu itu. Petugasnya minta kertas bookingan, passport, sama SIM Internasional ane. Karena di bookingan ane bilang pake additional driver for free, maka SIM lokal Partner In Crime juga diminta, yang ternyata ditolak, karena umur SIM-nya belom ada 3 bulan (psst! Emang dia kursus nyetir demi ikut trip ini, ahaha). Jadilah ane terdaftar sebagai solo driver. Ane kena additional charge AUD 100 sebagai jaminan yang akan dikembalikan ke CC & dikasih tau status bensinnya masih 2 strip (atau sekitar 20 liter), jadi nanti kudu dibalikin 2 strip juga, trus ane dikasih kunci & GPS-nya, mobilnya udah disiapin di lokasi khusus ambil, Kami disuruh cari sendiri. Sampai di mobil, GPS-nya ngga mau nempel, jadi temen balik ke kantor buat minta ganti GPS, petugasnya ngikut, trus bilang, “to make it stick to the glass, you have to do this” sambil ngasih saliva ke tempelan GPS, ahaha, lifehack banget. Urusan GPS oke, trus ane spend waktu sekitar 5 menitan buat ngenalin fungsi tombol-tombolnya Toyota Corolla hatch, ane suka interiornya, terkesan mewah. *salah fokus*

Jam 02 PM, Kami meluncur ke Busselton, temen jadi navigator yang oke, GPS-nya gampang diikuti. Ntah karena pernah nyetir di NZ atau karena jalanan di dalem kota Perth lengang, somehow perjalanannya lancar, meski agak tegang pas masih di dalem kota. Ngga banyak pemandangan yang bisa dilihat, tiba di Busselton Jetty jam 05 PM pas sunset mulai turun. Parkirannya pas banget ngadep sunset, tengok kiri kanan ke mobil yang parkir, sepi, rata-rata pada menikmati sunset di dalam mobil sambil menikmati bekal, dingin kali ya batin ane, sembari ngga sabar buka mobil pengen ngelurusin kaki. Begitu dibuka, brrr dingiiin…! Kami tetep terus jalan ke arah jetty, ngga secantik kalo pas browsing di google image, tapi sunsetnya cantik! Di deket jettynya, ada kayak papan buat pejalan kaki berbentuk U buat orang mancing kalo malem. Ngga banyak orang di pantai ini, sekitar setengah jam kemudian, Kami bergegas ke Meelup beach, namun sebelumnya Kami naruh barang dulu di penginapan Air BnB, ternyata ngga keburu, Kami tiba di Meelup beach sudah gelap, sekitar jam 06. 15 PM. Isi bensin unloaded 91 yang gagangnya hijau (hampir aja tutup pom bensinnya, jam 7 PM) trus balik ke penginapan buat mandi, istirahat bentar trus beli makan di luar. Oiya, harga bensin yang ditampilkan dalam sen (misal AUD 0.124) jadi kudu dikali dengan 100 (jadi AUD 1.24 / liter) dan beda sama di Indo, yang dimasukkan adalah liternya, kalo disana, yang dimasukin adalah nilai AUD bensin yang mau diisi, bayarnya di store (misal mau isi bensin 3 strip * 10 liter * AUD 1.24 = AUD 37). Kami nanya owner Air BnB-nya masih ada supermarket yang buka ngga jam segini, Kami mau beli bekel buat makan pagi besok, dia nyaranin IGA, buka sampe jam 08 PM. Eh ternyata Kami mandi & leyeh-leyehnya kelamaan, karena masih capek abis flight. Kami baru keluar makan sekitar jam 07.45 PM, pas sampe supermarket udah pada tutup (jadi inget di indo). Sampe di kota, restoran tujuan Kami udah tutup juga, akhirnya Kami berhenti di pinggir jalan & browsing resto yang buka sampe jam 09-10 PM, untung masih ada Laundry 43, yang lainnya udah gelap. Konsep restonya dibikin kayak tempat laundry & makanannya model sharing. Kelaparan, Kami pesen entree & daging yang sausnya enak! Total makanan Kami abisnya sekitar AUD 50 bagi 2. Balik ke penginapan jam 10 PM & langsung tertidur.

Day 2, Saturday, 13 Aug 2016. Kami bangun pagi jam 06 AM, trus cabut dari penginapan jam 06.30 AM (dingin bok), tujuan pertama ke Yallingup beach yang masuk ke kawasan Leeuwin Naturaliste Natural Park, bagi yang mau trekking ada Torpedo Trail 3 km atau 1 hour loop. Btw, ada yang surfing pagi-pagi di udara sedingin ini loh, salut. Jam 07.30 AM, Kami cabut ke Canal Rock Yallingup (10 menit). Masih sepi, Cuma ada Kami, untungnya datang pagi-pagi. Sisi sebelah kiri Canal Rock berupa bukit berbatu-batu dengan ombak gede, it feels like I’m back to my elements, rock, as explorationist. Ane kesenengen, manjat sana manjat sini, nyari berbagai angle, dan bagus banget, bahkan belum main menunya ! Jalan ke sisi sebelah kanan, main menunya, yaitu jembatan yang menghubungkan batu gneiss yang terkekarkan. Liat penjelasan geologi sebelum jalan ke jembatan bikin ane salah fokus, ngayal jalan di atas jembatan sambil diterangin tentang proses terbentuknya gneiss ini sama geologist. Ehm … 😀 Balik ke topik, ada bagian jembatan yang bawahnya ngga ada penyangga sama sekali, laut lepas ombaknya gede, sempet takut kalo nyebrang bakal kesapu ombak, ahaha, pagi-pagi udah khayalan tingkat tinggi. Ane lagi kuatir gitu, eh temen dengan cueknya nyebrang dan minta difoto. Yah, karena udah ada yang ngetes duluan, aman berarti 😄 Ada air yang terperangkap di antara gneiss, sayang ngga bisa turun. Rasanya menyenangkan berada di bebatuan, melihat pemandangan yang berbeda dari yang biasa dilihat tiap hari. Kembali bermain ke alam memang recharge, that is why we should keep our nature clean, because to nature we will be back. Agak lama Kami main disini, sekitar 1.5 jam, karena tempatnya ternyata lebih bagus dari dugaan. Jam 09.00 AM Kami berangkat ke tujuan selanjutnya , nature spa Yallingup (11 menit). Ane penasaran sama destinasi yang ini, karena di google image kayak bagus banget, infinity pool tapi nature made. Tempatnya agak susah dicari, Kami ngikutin jalan sampai ujung trus parkir. Kami sempat berpikir, apa nature spa ini berbayar ya, makanya ngga nemu (Kami belum kebayang bentuknya nature spa kayak apa). Ngga patah semangat, Kami menjelajah lagi,  kriterianya berbentuk seperti teluk & ombaknya tenang. Ada 2 spot yang ane duga sebagai nature spa, tapi ombaknya gede, jadi ngga memenuhi kriteria. Agak patah arang karena ngga nemu nature spa, pas manjat bukit malah nemu pemandangan bagus unexpected, trus di kejauhan ada kayak 1 spot berpasir yang memenuhi kriteria, tapi aksesnya lewat mana? Kami mencoba menelusurinya melalui pandangan & menemukan ada jalan setapak dari tempat Kami parkir tadi. Bergegas kesana, rada takut kalau itu pasir hisap (kebanyakan nonton pilem, haha) daan eng ing eeng, ternyata benar itu nature spa yang dimaksud! Seneng banget rasanya bisa nemuin destinasi yang diidam-idamkan, mana sepi ngga ada orang, jadi bisa renang sepuasnya kalo ternyata suhunya ngga 13 deg C. #krik Jadi ane puas hanya dengan celup celup kaki aja, haha. Pas perjalanan balik ke mobil, ngga sengaja Kami ngeliat ada orang yang lagi pose yoga di atas bukit menghadap ke laut ditemani anjingnya, how nice is that? Main disini sampai jam 11 AM, perjalanan selanjutnya agak jauh, perlu waktu 4 jam, temen ngerekomendasiin skip Walpole Nornalup national park, karena waktunya ngga cukup, oke, berarti tujuan selanjutnya William Bay National Park.

Jam 12 PM, karena kebelet, Kami berhenti di kota kecil Nannup & memutuskan sekalian makan siang fish & chips di Blackwood Cafe, jam 01 PM lanjut jalan lagi. Karena bosen ngga ada yang bisa dilihat di jalan, tetiba random ane muncul, berhenti di pinggir jalan dan foto-foto di tengah jalan yang sepi. Jam 4 PM, Kami sampai di William Bay Natural Park & memutuskan pergi ke Elephant’s Cove dulu. Sebenernya sih dilarang keluar dari trail yang disediain, tapi Kami bandel manjat batu biar bisa lihat pemandangan dari atas, dan ternyata dinamain Elephant;s cove karena mirip gajah duduk dilihat dari belakang, sekilas pantai ini mengingatkan Kami akan Belitung, disini batunya lebih besar. Disini pasirnya mengandung besi nampaknya, terlihat galur kehitaman. Ane ngebatin, untung ini bukan di Indo, jadi pasir besinya ngga ditambang (masuk wilayah national park juga sih, jadi kayaknya ngga akan bisa ditambang). Selanjutnya Kami jalan menuju Green’s Pool, disini nampak jelas kontras warna airnya hijau & biru, ombaknya juga relatif tenang. Pas mendongak ke atas, ada yang lagi main gantole. Temen bilang, “I can spend time enjoying sunset here.” Ane ngga mau nyetir malem-malem, jadi jam 05.30 PM Kami memutuskan buat ke Torndirrup National Park-nya besok aja, lalu cabut ke penginapan di Albany (1 jam). Berkaca dari pengalaman sebelumnya di Busselton, kali ini Kami cuma naruh tas & tanya ke resepsionisnya, tempat makan steak enak di Albany, dibilang Rustlers, jam 06.45 PM Kami OTW kesana. Temen pesen beef steak, ane pesen chicken steak. Disini Kami kayak liat orang Indo, lagi ngobrol sama cewek sana, trus Kami malah iseng tebak2an, “cuy, menurut lo itu orang turis kayak kita atau udah lama tinggal disini?” Kami berdua sepakat mereka nampak seperti sudah lama tinggal disana. Menilik Albany adalah kota kecil, membuat Kami wonder, kalo orang Indo stay di Albany, profesinya mostly apa ya? We have no answer on that. Jam 08.30 PM Kami balik hotel, mandi & istirahat.

Day 3, Sunday, 14 Aug 2016. Bangun jam 06.30 AM & surprised dengan cerahnya langit biru saat itu, sampe sampe ane foto norak sama bayangan sendiri, haha. Jam 07 AM, Kami melewati Shoal Bay, tapi backlight kalo difoto, tujuan Kami adalah Torndirrup National Park (20 menit). Sepanjang jalan Frenchman Bay, kami ngga liat ada plang tulisan Torndirrup, sampe bolak balik, akhirnya Kami memutuskan minggir dulu & temen nemu bahwa kalo mau ke Torndirrup National park, kudu ngetag lokasinya langsung, waktu itu Kami ngetag The Gap Natural Bridge di app maps.me & ternyata ada plang tulisan Torndirrup National Park tapi kecil, makanya Kami kelewatan. Sampe disini, anginnya kenceng banget + dingin, rupanya di The Gap ini adalah tempat terdingin & paling berangin karena shared common character sama Antartika. Kami bayar entry national parknya pake kartu kredit AUD 12, lalu tiketnya dipasang di dashboard mobil. Bentuk The Gap Natural Bridge ini berbatu-batu gneiss yang terkompaksi sama seperti di Canals Rock terkena erosi air laut sehingga membentuk natural bridge. Kami jalan melalui jalanan berpaving & ngobrol, modalnya Australia buat ngembangin pariwisatanya yaitu bikin jalanan berpaving (easy to access), ada keterangan tentang geologi pembentukannya, lalu tag lokasi di google maps, menurut ane, itu bisa ditiru di Indonesia. Lalu Kami jalan ke sisi jembatan yang dibangun di atas tebing, berdecak kagum, keren banget engineer sipil yang bangun. Kalo ada orang jalan kaki kerasa jembatan yang di bawahnya ngga ada penyangga sama sekali, goyang-goyang, jadi ane berhenti di jembatan yang masih ada tapakan batunya. Temen protes pas ane mau jalan ke sisi yang ngga ada penyangganya, “lo disitu aja, takut gw jembatannya goyang-goyang” hahaa, iya deh, ane pun cuma jeprat jepret blowholenya trus cabs ke mobil, dinginnya ngga nahan. Jam 08.30 AM, Kami ke Stoney hill (10 menit), pemandangan di atas batunya ngga terlalu oke, yang menarik menurut ane malah tumbuhannya yang aneh-aneh tapi oke buat difoto. Pemandangan bagusnya malah Kami dapat pas mau turun ke mobil, Vancouver Peninsula, teluk dengan 2 warna air berbeda di sisi kiri dan kanannya. Jam 09 AM, tujuan terakhir dari Torndirrup National Park, yaitu Salmon Holes (10 menit). Memang kayaknya tempat pemancingan ikan salmon, tapi ombaknya gede, jadi ngga tau gimana mancingnya.

Kami memutuskan untuk skip Middleton Beach, Emu Point Cafe & Litte Beach Two People Bay & jam 9.30 AM langsung menuju ke Fitzgerald River National Park (2 jam). Nah, disinilah perjalanan Kami diuji. 😀 GPS menunjukkan jalan shortcut yang kecil (cuma muat 1 mobil) ke arah Frenchman Bay Rd, Kami nurut meski rada was-was. Jalannya berupa pasir dan berupa turunan agak tinggi, rada ngeper juga sih, takut mobilnya nyangkut. So far by 500 m, aman, sampai Kami menemui genangan air pertama. Takut nyungsep, ane minta Partner In Crime turun dari mobil & cari ranting untuk ngecek ketinggian airnya, ternyata cuma 10 cm, fyuhh. 200 m kedua, Kami menemukan genangan air kedua, masih sama, ane minta Partner In Crime ngecek ketinggian air, kali ini 30 cm, nah loh, dah pasti knalpot kemasukan aer kalo diterusin, mau lewat pinggir, pinggirnya tinggi, jadi kaga bisa lewat. Akhirnya Kami memutuskan mundur dikit & puter balik. Pas nanjak, mobilnya nyangkut. Di pikiran ane, yang pertama kali dilakukan adalah telpon derek, namun sebelumnya telpon ke Bayswaternya dulu, memastikan apa yang harus Kami lakukan. Ternyata kata doi, jangan panggil derek, bakal mahal kalo mereka sampe datang. Kalo orang asli sono aja bilang mahal, jelas ane percaya. Dia bilang ada 2 alternatif, coba sendiri sampe bisa atau pergi ke jalan raya, lambaiin tangan & minta bantuan orang lokal yang punya mobil 4 WD buat bantu narik. Well, oke, sepertinya Kami harus mencar. Abis memutuskan begitu, Alhamdulillah, ada 2 orang kakek-kakek penduduk lokal jogging lewat situ, mereka nawarin bantuan & bilang kalo Kami mau nunggu 1 jam, mereka bakal balik bawa mobil 4WD & bantu narik mobil Kami. Sepertinya Kami ngga punya opsi lain, jadi Kami nunggu, sambil nyoba melongok-longok di bawah mobil nyari apa yang bisa dilakukan. Kami menggali pasir di belakang roda, mencoba meratakan pasir di bawah mobil supaya ngga stuck sama badan mobil & kasih bantalan kayu di belakang roda, lalu mencoba menjalankan mobil. Still didn’t worked. Ceritanya sih pendek, tapi 2 jam berlalu, ketika Kami hampir putus harapan, ada mobil 4 WD menghampiri Kami. Ternyata kakek-kakek yang tadi menepati janjinya, dia nyari kaitan yang biasanya ada di belakang mobil buat naruh tali, dengan berbaik hati, dia yang naikin mobil ke atas, Kami bantu dorong dari belakang. Ane terharu dengan keramahan & kebaikan mereka. Jam 11 AM, Kami melanjutkan 5 jam perjalanan ke Fitzgerald River National Park. To be my surprised, di langit sudah muncul bulan. Kami segera trekking 1h ke Point Ann Trail. Kami berhenti di platform dan ketika menatap ke laut di kejauhan, ada riak agak besar, ternyata ikan paus! Jadilah Kami berhenti sejenak disana, sambil melihat sunset turun dan warna oranyenya menyinari air laut yang berwarna biru dan hijau (padahal harusnya Kami cabut jam 5 PM, supaya sampe Esperance-nya ngga kemaleman). Kami tersihir, semburat sunsetnya bagus banget, pink lembut bergradasi menjadi warna oranye cerah. Dengan berat hati, Kami meninggalkan tempat ini jam 5.30 PM. Tapi ane pengen balik lagi disini trus camping, foto milky way disini pasti cerah banget. Daan perjalanan menuju Esperancenya bikin deg-degan, karena untuk menuju jalan raya Ravensthorpe, masih sekitar 1 jam melewati jalan yang beum dipaving, gelap banget, dan kudu hati-hati jalan pelan < 50 kmph, karena banyak kanguru yang suka menyeberang mendadak atau malah berhenti mematung di pinggir jalan.

Lupa apa yang bikin lama di jalan, tapi Kami sampai di Esperance jam 11.30 PM. Kondisi ngantuk, capek, dan dingin paling enak langsung tidur. Tapi ane malah narik Partner In Crime buat nemenin foto-foto jetty di depan hotel. Begitu keluar dari kamar, brrr, dingiinn, anginnya kenceeng, sambil shaking dan lompat-lompat kecil biar gak kedinginan, ane foto-foto. Daan ternyata lagi bulan purnama! Saking cerah langitnya, bulan dan awan pun bisa difoto pake kamera pocket. Ane jatuh cinta sama Esperance, pengen tinggal di kota ini kalo sudah pensiun. Daan kerandoman ane pun muncul, karena kotanya sepi, udah pada tidur semua dan gak ada orang maupun mobil lewat di jalan, Kami pun foto-foto di tengah jalan. Eh ternyata ada mobil lewat, Kami minggir tapi dilihatin sama orangnya, mungkin pikirnya, “what those people do in the street in the middle of the cold windy night only wear short pant” ahaha. Puas maen 30 min kemudian, Kami pun pergi tidur.

Lanjut ke post selanjutnya yaa ^^

 

 

 

Western Australia Itinerary 5D4N

Waktu tripnya mepet, tapi Kami rada maksa biar bisa dapetin semua destinasinya dalam satu rute loop, ahaha.

Day 1. Perth – Busselton – Geographe Bay Dunsborough – Meelup Beach – Cape Naturaliste Lighthouse, 311 km dalam 4.5 jam perlu 21 liter (asumsi 1 liter mampu menempuh 15 km). Rencana menginap menggunakan Air BnB di Busselton, harga IDR 775k, rencana isi bensin di Busselton. Busselton terkenal dengan pemandangan jetty-nya, pemandangan pantai nan biru merupakan ciri khas Geographe Bay Dunsborough & Meelup Beach. Tur pemandangan pantai nan cantik di Western Australia, dimulai dari Busselton, petualangan menanti Kami! 😀

Day 2. Busselton – Yallingup Beach – Canal Rocks Yallingup – Nature Spa Yallingup – Walpole Nornalup National Park – William Bay National Park – Torndirrup National Park – Albany, 442 km dalam 5 jam 45 menit perlu 29 liter. Rencana menginap di Sleepwell Motel Albany menggunakan booking.com, harga IDR 685k. Rencana isi bensin di Albany. Yallingup Beach terkenal dengan warna pantainya yang kontras hijau & biru. Kita bisa foto jembatan dengan latar belakang bukit berbatu-batu di Canal Rocks, lalu berenang sepuasnya di infinity pool Nature Spa Yallingup. Kenapa dibilang natural pool, karena kolamnya berarus tenang dikelilingi karang. Walpole Nornalup National Park atau dikenal dengan Valley of Giant Trees, Kita bisa berjalan di atas jembatan yang berada di ketinggian 40 m, sama dengan pucuk pohon. Nah, di William Bay National Park Denmark, Kita bisa mengunjungi Green Pool & Elephant Rock (pantai berbatu dengan warna air yang cantik) & di Torndirrup National Park ada The Gap Natural Bridge (jembatan batu yang terbentuk secara alami dengan tektonik) & Salmon Hole (ngga tau ini apaan, ane ngebayangin ikan salmon loncat keluar dari lubang ini, mayan buat makan malem, haha).

Day 3. Albany – Middleton Beach – Emu Point Cafe – Little Beach Two People’s Bay – Fitzgerald River National Park – Pink Lake / Lake Warden – Esperance Stonehenge – Esperance, 463 km dalam 6.5 jam perlu 31 liter. Rencana menginap di Esperance Beachfront Resort menggunakan booking.com, harga IDR 1160k. Rencana isi bensin di Esperance. Sama seperti Busselton, Kita bisa lihat pemandangan jetty di Middleton Beach. Emu Point Cafe, niatnya mau makan pagi disini sebelum lanjut ke Little Beach Two People’s Bay (pantai cantik lagi). 🙂 Kalau mau trekking agak jauh, di Fitzgerald National Park tempatnya (Point Ann trail), Kita juga bisa mengamati ikan paus dari kejauhan. Ini nih yang bikin penasaran, Lake Warden, danau yang warnanya pink! Sama Stonehenge, ngga keturutan Stonehenge yang di UK, yang di Australia pun jadilah ya, ahaha.

Day 4. Esperance – Cape Le Grand National Park – Wave Rock Hyden – York, 716 km dalam 9 jam perlu 48 liter. Rencana isi bensin di Hyden & York. Menginap di Avon Accomodation via booking.com, harga IDR 1200k. Hari terakhir ngga banyak kemana-mana, secara harus mendekati Perth, karena besoknya mau pulang. Di Cape Le Grand National Park trekking Frenchman Peak & pengen ketemu kanguru! York merupakan kota kecil, tapi oke kalo foto-foto apalagi pas malem (secara ane penggemar kota kecil yg fotogenik). 🙂

Day 5. York – Perth, 86 km dalam 1 jam perlu 6 liter. Rencana menginap di tempat senior ane di Downtown Perth, harga IDR 500k. Ane bukan penggemar kota besar, jadi ngga browsing spesifik mau kemana pas di kotanya, ane nyerahin itinerary ke Partner In Crime. Selama di kota, ane ngintil dia, hahaha.

Selanjutnya nikmati pengalaman Kami menjelajahi National Park di Western Australia bagian Selatan ya!

Western Australia (WA) Trip Preparation

Started in Aug ’15 when we browse Air As*a cheap ticket for 2016 holiday (you’ve got to have 2016 estimation holiday date in hand before). If you asked me why Australia? I need cheap ticket for holiday & see what to see from there. So 2016 holiday destination is based on cheap ticket? Yes & options that we can do driving trip as well. I’ve researched before that Australia has 5 best driving trip route, here is the list :

  1. Perth-Busselton-Albany-Esperance-Perth, South WA (2400 km, need min 5 days)
  2. Perth-Geraldton-Exmouth-Newman-Perth, North WA (3200 km, need min 6 days)
  3. Melbourne-Great Ocean Road-Adelaide (900 km, need min 4 days)
  4. Darwin-Alice Springs-Port Augusta-Adelaide (3000 km, need min 6 days)
  5. Brisbane-Cairns-Brisbane (1800 km, need min 6 days)

I assumed driving rate 800 km/day & spent 1 day in destination city. Holiday date that fit 5 days is on 13-17 Aug 2016. The cheapest ticket that I can find is Denpasar-Perth return at IDR 2.2 million. Jakarta-Denpasar by Lio* Air is IDR 1.1 million.

Visa Australia is next! I arranged my visa via VFS in Kuningan City at IDR 1.6 million (bring cash), use form 1419 subclass 600 for tourist, click here. It took max 15 working days til visa approved (mine is 3 days), they will sent visa via email, the requirement are :

  1. Passpor with min 6 month before expiry date & 2 color pic with white background 4*6 cm
  2. Sponsor letter from company that explain you’ll be back to Indonesia to work
  3. Family card copy & ID card, better if you can bring the original document
  4. Last 3 month active bank account statement (better provide min twice of budget trip), ie AUD 100/day, you’ll go 5 days, save min AUD 1000 in bank account. TIPS! I knew later that the more you put in account, will be granted 3 years visa rather than 1 year

Check temperature! For clothing decision. Summer in Australia is between November & February. We’re going to Western Australia in August. Perth – Busselton – Albany temperature 15-17 deg C, Esperance temperature 18-21 deg C, York temperature is 21-23 deg C. Overall temperature is 15-23 deg C. Weather forecast said that few days gonna be rain so we bring waterproof jacket for trekking.

Rent car or public transport? We decide to rent car to explore Busselton – Albany – Esperance & use public transport while in Perth. As for the rent car, I was comfy with Apex Car Rent while in NZ, but they didn’t have the branch in Perth. Then we go to this site to check cheapest & recommended car rent. The sole car rent is at AUD 160 for 4 days but only Hertz that provide reduces lialibity to 0 at cost AUD 32/day. They charged GPS at AUD 11/day, so total car rent became AUD 83/day. Later I knew that Australia has expensive car rent but cheap public transport, on the contrary with NZ). Do research then we found Bayswater car rent in Guilford Rd, click here, but we have to return the car on same place & ride public transport to go here (outside airport). We rent Toyota Corolla Hatch 2011 matic at AUD 83/day for 3 days that cost us AUD 248 (NZD 62/day when we used Apex in NZ), they charged additional AUD 100 as deposit & you’ll get it back after returned the car (the process took approx 3 weeks). That price is included top cover (damage excess AUD 0), extends area of use until > 500 km (because we included Esperance, you can eliminate this cost if you just drive until Albany), & GPS (sole car rent price is AUD 25/day).

10 TIPS for renting car abroad

  1. Wherever you rent car, always choose options top cover (damage excess AUD 0). It  will freed us from damage lialibility that is included in the contract.
  2. Better rent GPS, sometimes signal lost in certain are if using google maps, we experienced it in NZ. As anticipation, we use maps.me, an offline map app.
  3. Do loop route (pick up & return at same place) rather than drop on different place, they prob charge higher, as car provider will need to relocate the car with fee.
  4. The longer you rent the car, usually the rent price drop around AUD 3-5/day.
  5. Try to rent the car outside airport, as prob there are airport fee charged to the car.
  6. There are no significant price if you rent manual or automatic transmission in Australia or NZ, except if you decided to rent from Europcar.
  7. Choose car with age max 7-8 years & has <=1800 cc for fuel price budgeting. I assumed 1500 cc car will need 1 litre to go 15 km, 1800 cc car will need 1 litre to go 12.5 km & 2000 cc car will need 1 litre to go 10 km, CMIIW. Optimized route before departing, count your km based on places you want to visit using google maps, then usually I multiplied it using factor 1.4 (for when we get wrong direction & wanna go to places outside itineraries), divided by 12.5 km (we rent 1800 cc car) multiplied again by fuel price (AUD 1.3/litre) so we get fuel price budget estimation.
  8. Always asked what the petrol they used (ours are unleaded 91, the green handle, in Bayswater car they wrote it on fuel tank), do research / asked how much is the car fuel tank capacity (usually 40-50 litre) & how many it is filled already before departing. If you wanna free from hazzle when picked up the car, you can ask full to full fuel options (they fill the fuel full & you have to return the car with full fuel as well). When we were in NZ, we didn’t used this options & they returned the excess money on fuel.
  9. Checked which area that requires highway fee (South part of Western Australia & NZ didn’t required highway fee).
  10. Except you are very experienced driver, choose wisely which country you want to drive car rent. I would recommend country that obey the traffic rules. Also check in your international driving license (you’ll need to have one), whether it covers the country you choose. For additional driver in NZ & Australia only required your origin country driving license & additional driver fee is depend on car rent provider you choose (in Bayswater & Apex, it’s free).

Driving car in Australia. The steer wheel is on the right side of car & drive on the left side of road. There are no specific tips as the traffic regulations is similar with international.

Operating cost estimation. Australian currency is AUD. AUD to IDR is 9.8k that time. I divided the budget into 3 category, visa & flight (IDR 4.9 million), expense that can be paid using credit card (hotel AUD 120/day for 2 person, car AUD 62/day for 2 person, national park entrance AUD 12/vehicle for each Torndirrup National Park, Fitzgerald National Park, Cape Le Grand National Park), cash expense (fuel AUD 1.3/litre, bus average 4 AUD/one way for 2 zones, eat AUD 50/day, SIM card AUD 25, etc). For resuming :

  1. Visa & flight IDR 4.9 million
  2. Hotel IDR 2.35 million for 4 days per person
  3. Car IDR 1.25 million for 3 days per person
  4. National Park entrance IDR 175k for 3 National park per person
  5. Fuel IDR 1.25 million per person for 2400 km in 3 days need 192 litre or 4 times refill
  6. Eat IDR 2 million per person for 4 days and 8 times eat
  7. Sim Card IDR 250k for 500 MB data for 10 days
  8. Bus IDR 300k for 2 days 8 times trip
  9. Souvenirs IDR 500k
  10. Groceries & snack IDR 200k

Total budget trip estimation is IDR 13 million. Cash needed is IDR  4.3 million. I brought 20% contingency, so total cash I brought is AUD 550. Next we shall see the must visit destination while in South part of Western Australia, ciao!