started to feel routinity


my 23th life has just begun. im still struggling to finish my final assignment now. what i have just realize is i almost went home late at night to do my final assignment after we broke up. there’s no more cry. i wonder is this fine. apakah memang seperti ini hidup yang kuinginkan? working 9 to 9? absolutely not. Rasanya seperti seolah-olah aku semakin menjauh dari rasa kemanusiaanku. It’s like robotic living, because it becomes a routinity. Terkadang aku memikirkan ingin melakukan sebuah ‘big jump’ dalam hidupku. Pola yang dialami kebanyakan manusia adalah: lulus S1-bekerja-beberapa mengambil S2-menikah-dst. Aku menginginkan lebih dari itu. Terkadang aku berpikir untuk mengambil jalan yang ‘lain’ dari yang telah kutempuh selama ini. Misalnya, mengambil scholarship course drama 1 tahun di luar negeri, melamar menjadi NGO. Because i think, money is not everything. It just a tools, not a destiny. What is more important adalah apa yang ada di dalam hati kita. Apakah ia terpuaskan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s