bidan dadakan


hari ini si cantik (kucing saya) berakting sangat aneh, dikit-dikit merubah posisi tidurnya sambil mengeong-ngeong minta dielus (dia lagi hamil). lalu sadarlah saya, mungkin sudah saatnya menyiapkan persalinan bagi si cantik. rumah sakit dadakan siap, namun rasanya miris telinga saya mendengar ratapan si cantik. jadilah saya meminta bantuan bidan beneran dadakan. serta merta mereka menasehati saya untuk memindahkan rumah sakit dadakan yang saya buat ke luar kamar. dari pengalaman lalu si cantik ini pernah melahirkan sambil jalan-jalan katanya. ternyata si cantik nggak mau dipindahkan. berulang kali dia hilir mudik untuk melihat apakah kamar saya dibuka. tapi saya tak bergeming, bayangan si cantik melahirkan sambil berjalan-jalan dan mencecerkan darahnya di kamar saya sepertinya ide yang buruk. tidak kehabisan ide lalu sayapun menutup pintu. benar rupanya dugaan saya, dia mencari tempat yang gelap. setelah pw di posisinya, si cantik rupanya tidak mau ditinggal, dia mengeong setiap saya tidak mengelusnya. batin saya, “saya bukan suami kamuu..!” jadilah, pengalaman pertama saya menunggui kelahiran bukannya menunggui kakak atau sahabat dekat saya.

si cantik nampak menderita sekali, dikit-dikit dia ganti posisi sambil menjilat -maaf- duburnya. saya berkata pada teman saya yang bidan, “akan keren kalo kamu bilang, Saya pernah membantu persalinan 100 orang + 1 ekor kucing.” si cantik nampak kelelahan, sepertinya dia mencoba untuk tidur, sementara sang bidan mengkuliahi saya mengenai bukaan 1,2,3,dst dan cara mengukurnya (karena tidak terbiasa, agak disgusting menurut saya). saya pun mengambil handuk untuk menutupi pintu masuk rumah sakit dadakan tersebut, memberikan kesempatan istirahat bagi si cantik.

15 menit kemudian…

saya keluar kamar untuk mengecek keadaan si cantik, mata saya tertumbuk pada genangan air, lalu saya pun heboh. “Ketubannya sudah pecaaahh…!!” Pintu-pintu kamar dibuka, raut-raut wajah penasaran bermunculan untuk melihat proses persalinan kucing secara langsung. Dengan mereka bermodalkan senter, saya menyibak handuknya sedikit. Jeritan histeris mulai terdengar, “ituu, anaknya udah muncul satuuu”, “ihh, anak keduanya lagi brojoll.”

5 menit kemudian…

pertunjukan live pun selesai, si cantik melahirkan 4 ekor anak kucing yang sangat mungil dan lucu dengan selamat dan amat sedikit ceceran darah. Sepertinya proses melahirkan kali ini tidak sesakit yang dulu. Dan hadiah buat sang ibu adalah susu ultra dan ayam tulang lunak untuk mengembalikan tenaganya yang terkuras. Hei, saya bukan ayahnya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s