Para Calon Sarjana


Halo calon sarjana, gimana kabarnya? Setelah kemarin aku menuliskan kiat menembus umptn, kini aku hendak menuliskan kiat belajar di universitas. Aku bukan yang terpintar, bukan pula yang terajin. Namun, izinkan aku memberikan sepatah dua patah kiat yang dulu tidak kudapatkan saat hendak menempuh pendidikan sarjana.
Fakta : Biasanya perkuliahan pertama diawali dengan matrikulasi/Tahap Persiapan Bersama (TPB) berupa dua semester, dimana dalam satu fakultas, kelasnya dicampur dan memiliki mata kuliah yang sama.
Kelemahan : Penentuan kamu lulus dengan IPK berapa ada di dua tahun awal perkuliahan. IP merupakan Indeks Prestasi, yaitu nilai kamu per semester untuk jumlah sks yang kamu ambil. IPK merupakan Indeks Prestasi Kumulatif, yaitu nilai kamu sejumlah semester yang kamu ambil dikalikan dengan sks yang kamu ambil per semester, dibagi dengan jumlah sks yang kamu ambil hingga kamu lulus (sidang). Nilai (IP) lolos adalah 3,00, maksudnya, umumnya dunia kerja dan beasiswa mempersyaratkan IPK minimum 3,00 untuk dapat bergabung bersama mereka.Tidak semuanya –akan aku ceritakan pada tulisan yang lain mengenai dunia kerja-, namun akan memberikan perasaan yang aman dan nyaman ketika kita ‘lolos’ seleksi saringan masuk awal. Beasiswa dan perusahaan yang bonafid akan menerapkan standar yang lebih tinggi (IPK > 3,25). Sebagai ilustrasi, coba lihat contoh tabel di bawah. Rata-rata sks mahasiswa dalam 8 semester adalah 144. Jika mahasiswa memperoleh IP demikian tiap semester, dengan menggunakan formula pembobotan akan diperoleh IPK 2,83, dimana IPK tersebut belum masuk kategori ‘lolos’. Formula pembobotan tersebut akan berfungsi seperti rata-rata bila sks yang diambil tiap semester sama. Artinya, bila IP yang diperoleh dari semester 1 hingga 8 adalah 3, dengan menggunakan formula yang sama akan didapatkan IPK 3. Artinya apa? Tidak boleh lengah dan leha-leha di awal, karena awal perkuliahan justru menjadi penentu. Sekalinya mendapat nilai jelek di semester awal seperti contoh tabel di bawah, maka harus mengejar dengan IP tinggi pada semester selanjutnya. Lebih baik menjaga kualitas daripada mengejar ketertinggalan. Mahasiswa banyak terlena pada tahap awal ini, karena merasakan kebebasan pertama sebagai individu dan masih memiliki pola belajar seperti siswa. Sementara di perkuliahan tidak ada yang mengingatkan apabila kita lalai belajar, tahu-tahu nilainya jeblok.
Kekuatan : Karena satu fakultas memiliki mata kuliah yang sama, kita punya kebebasan untuk memilih mau belajar dengan siapa saja. Ikuti kelompok belajar yang pintar, rajin, dan enak saat menjelaskan. Terkadang, kesulitan membaca teratasi dengan mendengarkan penjelasan orang lain, pemahaman juga diperoleh dengan lebih cepat.
pcs

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s