Unforgetable Western Australia Part 2, 15-17 Aug 2016


Day 4, Monday, 15 Aug 2016.Kami bangun jam 7 PM & check out jam 8 PM. Tujuan pertama yaitu Pink Lake, 10 menit dari penginapan. Nyasar pake google map, Kami menggunakan maps.me. So far sampai hari ketiga, destinasi Kami semuanya bagus-bagus, yang agak krik yaitu danau ini. Komennya Partner In Crime, “the-not-so-pink-lake.” Ane ketawa setuju. Denger-denger sih biasanya danaunya akan berwarna pink di musim panas. Sampe ada turis kayak Kami, berhenti bentar disitu, lihat warna danaunya nggak pink, trus langsung pergi, haha. Oke, next destination is Cape Le Grand National Park. Butuh 1.5 jam & Kami tiba disana pukul 10 AM. Suka banget, sepanjang perjalanan kesini, ngga ada mobil selain Kami. Pakai maps.me, Kami mencari parkiran terdekat untuk hiking ke Frenchman Peak. Karena takit ketinggian, agak khawatir juga ngeliat bentuknya Frenchman Peak ini, massive granite terjal. Berkaca dari pengalaman di Adam’s Peak, i can do it if i push it. Jadi ya, just do.  Sebelum naek, ane ngeliat ada taneman bentuknya kayak pup, ada ada aja. Track hikingnya dikasih petunjuk berupa anak panah. Dari sini ngga bisa lihat pemandangan pantai, tapi terlihat jelas kenapa taman nasional ini dinamakan Cape Le Grand, emang luas. Berada di ketinggian menenangkan. Meninggalkan pikiran tidak menyenangkan di belakang. Mataharinya tertutup awan. Partner In Crime menjelajah sampe puncak, ane sampe 3/4nya aja. Trus rebahan di atas, menikmati matahari dan selfie. Butuh sekitar 1 jam untuk naik ke atas, Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam disini. Karena setelah ini hanya tersisa 1 tujuan lagi sebelum Kami kembali ke Perth. Turun ke bawah, Kami berpapasan dengan bapak-bapak yang membawa 2 anaknya, 1 cewek usia 5-7 dan 1 cowok usia 8-12 tahun. Yang bikin takjub, mereka bersemangat sekali, in no time, mereka sudah setengah jalan ke bukit. Ketemu sama kakek neneknya di bawah, Kami ngobrol, dia nanya berapa hari Kami disini, sudah kemana saja dan kapan pulang. Saat bilang, Kami balik Perth besok dan sudah kesini sini, si nenek kaget dan bilang, “oh dear”. Karena emang kami kejar setoran banget, ahaha. Hal yang hanya bisa dilakukan dengan Partner In Crime yang ini. Si nenek cerita, dia habis pulang dari keliling national park di US. Ane menatap dengan mata berbinar, “i wanna do it too.” Trus si nenek bilang, “you should. Better do it while you’re young.” Ane ngga elaborasi lebih lanjut lagi. Partner In Crime tanya dimana bisa lihat kanguru, trus dijawab di Lucky Bay, 10 menit nyetir dari Frenchman Peak. Dibilang lagi, kanguru disana sudah terbiasa dengan kehadiran manusia, jadi Kamu bisa ngelus mereka. Pas itu udah jam 12.30 PM, Kami harusnya sudah OTW dari jam 10 PM tadi ke Hyden buat lihat Wave Rock, karena dari Cape Le Grand ke Hyden perlu waktu 7 jam. Sadar sudah ngga keburu, Kami memutuskan skip Wave Rock & menuju ke destinasi yang lebih dekat, Lucky Bay.

Mendekati destinasi, spontan Kami takjub! Pantainya breath taking banget! Dari kejauhan sudah nampak bibir pantai yang berwarna putih dengan airnya yang berwarna gradasi aqua, turquiose, dan biru. Yang lucu, tekstur pasirnya disini kayak garam, pas diinjak bunyi kres kres. Tengok kiri kanan, kok ngga ada kangurunya. Akhirnya Kami memutuskan untuk strolling bibir pantai yang putih. I can live forever here, thats my impression. Nunggu agak lama, sekitar 1.5 jam, Kami balik arah ke arah Kami datang tadi dan memutuskan kalau sampai jam 2 PM kangurunya belum ada, Kami harus cabut. Karena masih butuh 10 jam nyetir ke York, tempat Kami bermalam hari itu (1 jam dr Perth). Tengok tengok ke ujung satunya, ane menyipitkan mata dan melihat sosok kecoklatan bergerak di kejauhan. Kami samperin dan kegirangan, kangurunya muncul! Ada 4! Kami mendekati kangurunya pelan pelan takut dia kabur. Awalnya, Kami mendekat dari jarak 2m.  Setelah mereka terbiasa mendekati Kami, pelan pelan Kami mendekat, pengen ngelus, ahaha. Tapi pada loncat mencar. Ane ngikutin 1 kanguru dan akhirnya berhasil mendekat! Pelan pelan ane julurin tangan ke punggung kanguru, dan ternyata tangan ane melesak ke dalem, bulunya kanguru ternyata tebal! Ane jadi inget kucing angora.. Seketika ane kena melty heart. Aww, sucha poor creature. Dia harus survive nyari makan, di balik bulunya yang gendut, ternyata aslinya ngga segendut itu. 😦 Mikir begitu, ane jadi pengen bawa 1 kanguru pulang dipelihara di rumah. (Jelas ga boleh XD) Ada sekitar 45 menit, Kami main sama kanguru. Itu pun terpaksa, karena masih harus nyetir 10 jam lagi. Ane ngga musingin bakal nyetir di kegelapan malam, sesuatu hal yang ane hindari, saking lucunya makhluk Tuhan satu ini. Kami jalan ke arah parkiran dari sisi tempat parkir camper van. Anehnya, banyak van yang diparkir disini, tapi ngga ada mobilnya, padahal jelas-jelas ada penghuninya (ditunjukkan dengan ada baju yang dijemur di depan caravan). Trus ane inget, sepanjang perjalanan memang suka lihat mobil 4WD yang narik camper van. Mungkin mereka ngelepas van-nya trus pergi ke kota. Kalo ditanya dimana rumah mereka, ya di van itu selama liburan. Ane lihat kebanyakan pensiunan. Eh ternyata, ada 1 kanguru lagi jemur badan di depan van! Tampangnya jutek banget, haha, dan ternyata dia lagi gendong anaknya! Telinga anaknya kelihatan nongol dari perut ibunya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s